Ketika diberi pertanyaaan Who Am I? pasti
yang terlintas dibenak banyak orang adalah film spiderman. Kenapa? Karena tokoh
utama Spiderman yaitu Peter Parker pernah bertanya kepada dirinya sendiri
“Who Am I?” lalu dijawab “I’m Spiderman”. Tetapi apabila pertanyaan ini
dilemparkan kepada saya, maka saya tidak akan menjawab “I’m Spiderman”. Karena
memang saya bukan seorang superhero yang bertugas membasmi kejahatan dan
menjadi idola bagi kebanyakan orang.
Sebenarnya, saya bukanlah tipe orang yang
suka menceritakan tentang kehidupan personal saya kepada orang lain. Saya
tidak suka mempublikasikan kehidupan pribadi saya kepada khalayak ramai
apalagi di media sosial yang nota bene semua orang bisa membacanya dengan
mudah. Terlepas dari diri saya yang cenderung introvert, namun
tidak ada salahnya untuk mencoba lebih terbuka. Oke, saatnya bercerita mengenai
pribadi saya dimulai dari keluarga dulu ya. Saya berasal dari keluarga yang
sangat sederhana. Ayah saya adalah seorang pegawai di PT. KAI dan ibu saya
adalah seorang wiraswasta. Dibesarkan di tengah kedua orang tua yang lumayan
cukup sibuk, membuat saya akhirnya dititipkan dan diasuh oleh tetangga di dekat
rumah saya yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri sehingga kehidupan masa
kecil saya banyak dihabiskan bersama mereka hingga Sekolah Menengah
Pertama.
Masa-masa mulai dari Taman Kanak-kanak hingga
Sekolah Menengah Pertama bisa dibilang sebagai masa keemasan bagi saya.
Bukannya bermaksud untuk narsis atau apa, tapi memang saat itulah dimana
prestasi saya sedang berada di puncaknya. Alhamdulillah peringkat satu bisa
saya dapatkan dan pertahankan mulai dari TK hingga SMP. Lanjut masa SMA, bisa
dibilang inilah masa yang paling memberikan banyak kenangan yang tak
terlupakan. Di masa ini pula dimana saya mulai mengenal yang namanya dunia maya
dan juga jatuh cinta (ceilah). Momen yang paling tidak terlupakan adalah ketika
saya mewakili sekolah dalam lomba Newscasting antar SMA tingkat kota dan saya
menjadi pemenang ketiga.
Terlalu banyak momen-momen seru yang
terjadi dan apabila saya ceritakan tidak akan cukup satu hari dalam menulisnya
dan mungkin akan dibagi menjadi beberapa part dan season (seperti sinetron
Indonesia). Skip aja ya langsung ke masa-masa kuliah yang lebih seru dan banyak
menorehkan pengalaman. Sebelum diterima di STAN pada tahun 2009, saya sempat
berkuliah di Universitas Lampung selama dua semester di jurusan Pendidikan
Bahasa Inggris yang sebenarnya bertolak belakang dengan keinginan saya. Tetapi
Tuhan memang selalu mempunyai rencana yang indah dan pastinya yang tebaik bagi
kita. Justru dari kuliah di Universitas Lampung inilah yang membawa saya
akhirnya bisa masuk ke STAN.
Iseng-iseng mendaftarkan diri untuk
mengikuti beasiswa mahasiswa berprestasi, tak disangka saya berhasil
mendapatkan beasiswa tersebut dan menggunakan uangnya untuk mengikuti bimbel
STAN dan mendaftar di STAN. Bersyukur sekali diterima tetapi sedih juga
meninggalkan teman-teman di Unila yang sudah dekat selama kuliah. Tapi namanya
juga pilihan hidup, harus ada pengorbanan. Semoga pilihan saya tidak salah, dan
Allah selalu meridoi langkah saya untuk menjadi seorang birokrat. Karena
terlalu asyiknya menceritakan kisah masa lalu jadi kelupaan menceritakan
tentang sifat-sifat serta watak yang ada pada diri saya. Negatifnya dulu ya,
Saya adalah tipikal orang yang pemalu, kadang suka minder, dan sedikit egois.
Kalo positifnya apa ya, bingung sendiri. Mungkin rajin, supel, narsis (selama
positif sih gapapa). Udah ah, ntar jadinya malah memuji diri sendiri. Semoga
saya bisa mengenali pribadi diri saya sendiri dengan baik agar bisa menjadi
pribadi yang super kedepannya, disukai banyak orang, serta dapat memberikan
manfaat bagi lingkungan di sekitar saya. Amin… :):):)


No comments:
Post a Comment